Kegiatan Pembinaan Kesiswaan
Kegiatan Pembinaan Kesiswaan
Sekolah merupakan suatu lembaga yang ada di masyarakat, yang
keberadaannya berfungsi mengajar dan mendidik generasi penerus. Sekolah
disamping menjadi tempat mengajar ilmu pengatahuan dan teknologi, juga
mempunyai peran untuk mendidik generasi penerus sehingga menjadi matang
dan siap mengemban peran dan tanggung jawab yang ada di masyarakat.
Selain itu sekolah juga menjadi tempat untuk mewariskan pandangan hidup,
seni dan budaya yang dimiliki suatu masyarakat dari satu generasi ke
generasi berikutnya.
Dalam kaitannya dengan peran dan fungsi sekolah untuk mendidik dan
melestarikan seni dan budaya bangsa, maka SMA Negeri 8 Jakarta membuat
suatu pola pembinaan kesiswaan yang berorientasi kepada terbentuknya
pribadi siswa yang cerdas, kreatif, beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, memiliki kepedulian sosial dan lingkungan dan memiliki
jiwa kepemimpinan.
Berbagai program dan kegiatan telah disiapkan sejak siswa diterima di
SMA Negeri 8 Jakarta sampai mereka lulus. Program dan kegiatan tersebut
adalah sebagai berikut :
A. PENDAFTARAN SISWA BARU (PSB)
Dilaksanakan melalui dua jalur
yaitu tes seleksi yang meliputi tes akademis, tes psikologi, wawancara,
tes praktek komputer dan secara On line lewat Internet oleh Diknas
Sistem pendaftaran
B. MASA ORIENTASI SISWA (MOS)
Masa Orientasi Siswa bertujuan agar siswa baru lebih mengenal
kehidupan dan memberikan kesan positif serta menyenangkan terhadap
lingkungan fisik maupun sosial di sekolah, mengetahui hak &
kewajiban sebagai pelajar serta cara-cara belajar yang baik di tempat
baru.
Sekolah melakukan tes matrikulasi terhadap seluruh siswa baru,
kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan akademis
siswa baru dikaitkan dengan kesanggupan untuk menempuh pendidikan di SMA
Negeri 8 Jakarta. OSIS dan perwakilan kelas (PK) melakukan sosialisasi
organasasi dan program kerjanya kepada siswa baru.
Berbeda dari kegiatan MOS pada umumnya, kegiatan MOS di SMA Negeri 8 Jakarta dilanjutkan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa
(LDKS). Kegiatan ini dilaksanakan di luar sekolah dengan bekerjasama
dengan instititusi militer. Tujuan dari LDKS adalah untuk menanamkan
kedisiplipan, rasa kebangsaan dan kepemimpinan kepada siswa baru.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam ini dalam bentuk
ceramah, baris berbaris, permainan dan outbond.
C. KEGIATAN PENINGKATAN IMAN DAN MOTIVASI BELAJAR (ESQ)
SMA Negeri 8 Jakarta elah diidentifikasi bahwa keimanan dan motivasi
yang tumbuh karenanya sangat berperan dalam keberhasilan siswa dalam
belajar. Oleh karena itu mengawali kegiatan siswa baru, di SMA Negeri 8
Jakarta telah disiapkan program untuk meningkatkan keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dikaitkan dengan tumbuhnya
motivasi tinggi untuk belajar. Kegiatan ini disesuaikan dengan agama dan
keyakinan siswa, yaitu untuk siswa yang beragama Islam diselenggarakan
dengan bekerjasama dengan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dan bagi
siswa yang beragama kristen, katolik diselenggarakan oleh guru agama
atau pendeta yang bersangkutan.
D. PESANTREN KILAT DAN RETREAT
Tidak cuma melalui ESQ dan ceramah kegiatan peningkatan iman ini
dilaksanakan, karena setelah kegiatan tersebut dilanjutkan dengan
kegiatan pesantren kilat bagi siswa muslim dan Retreat bagi siswa
kristen atau katolik.
Agar kegiatan ini dapat menyenangkan bagi siswa, maka biasanya
kegiatan pesantren kilat dan retreat dilaksanakan di luar kota yang
memiliki suasana nyaman, asri dan sejuk. Kegiatan yang dilaksanakan tiga
hari dua malam ini berisi ceramah, permainan dan renungan.
E. ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)
OSIS/PK adalah induk organisasi siswa yang berperan
sebagai salah satu jalur pembinaan siswa terutama dalam menanamkan
sifat kepemimpinan, wawasan kebangsaan,organisasi dan demokrasi. Dalam
kegiatannya OSIS membawahi 14 subseksi yang terdiri dari
- ROHANI ISLAM (ROHIS)
- ROHANI KRISTREN (ROKRIS)
- ROHANI KATOLIK (ROKAT)
- SIE UPACARA (SIERA)
- PUAPALA
- PRAMUKA
- KEMASYARAKATAN (KEMAS)
- KOPERASI SISWA
- MEDIA SISWA (MESIS)
- SAINS & PENELITIAN (SP)
- TEKSOUND (TX)
- OLAHRAGA
- PMR
- KESENIAN
Disamping kegiatan subsie, untuk menyalurkan bakat dan minat siswa
dalam bidang olah raga dan Seni diwadahi melalui kegiatan klub yang
meliputi Tari Tradisional/Modern, Kolintang, Sepak bola, Soft Ball,
Base Ball, Tenis Lapangan, Rampak Gendang, Band. Kegiatan ini dStrategi:
dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah atau di luar lingkungan sekolah dengan bantuan pelatih professional .
Kebijakan:
Setiap siswa kelas X wajib memilih salah satu subsie OSIS
Rangkaian kegiatan tiap subsie adalah Pengenalan Subsie (ekspo),
Penerimaan anggota baru (Pentaru), Pelantikan dan pelaksanaan program
kerja.
Setiap subseksi memiliki program kerja yang bercorak khusus seperti
misalnya Sie Upacara memiliki program lomba sie upacara (dipara), Sains
dan Perpustakaan memiliki program 8RC (8 research competition), teksound
memiliki program Teksound On Project (TOP) , kemas memiliki program
bakti sosial, mesis memiliki program buku tahunan, majalah takitri,
kesenian memiliki program art school clinic dan lain-lain. Di samping
setiap subsie memiliki program masing-masing, mereka juga bekerjasama
dalam suatu program besar yang bernama Schoolimpic sebuah acara lomba
akademis, olahraga dan seni budaya.
E. BAHASA ASING LAIN
Kegiatan ini memberikan bekal/ketrampilan untuk menguasai minimal
satu bahasa asing di luar bahasa Inggris. Siswa diberi kesempatan
untuk mengikuti program bahasa asing dengan memilih salah satu dari
bahasa asing yang tersedia (Jepang, Jerman, Perancis, korea, mandarin,
dan Arab) pada setiap hari Sabtu. Bahasa Jepang, Jerman & TI
terintegrasi dengan intrakulikuler. Untuk memotivasi dan mengapreasiasi
kreativitas siswa dalam mempelajari bahasa asing, maka setiap tahun
diadakan Festival Budaya Asing.
F. TEMU SOSIAL ILMIAH SMANDEL (TESIS)
Siswa dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajarinya di kelas melalui
kegiatan ini. Dalam kegiatan ini siswa diminta untuk melakukan
penelitian sederhana dan tinggal selama beberapa hari di suatu desa atau
perkampungan yang masih bernuansa tradisional. Selama tinggal di desa
atau perkampungan tersebut terjadi interaksi antara siswa dengan
penduduk setempat. Dari interaksi tersebut diharapkan siswa akan
memperoleh pelajaran dan keteladanan akan nilai-nilai kehidupan dalam
bermasyarakat.
Sebelum keberangkatan ke lokasi TeSIS, siswa sudah mempersiapkan
bahan bacaan dan menyususun rencana yang berkaitan dengan obyek yang
diteliti. Guru pembimbing mengarahkan penyusunan rencana tersebut serta
memberi pembekalan norma dan etika sebagai persiapan bagaimana
seharusnya kita berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Berbagai pengalaman menyenangkan, lucu dan berkesan akan diperoleh
selama kegiatan TeSIS. Keceriaan khas remaja, kebersamaan, keindahan
alam berpadu dengan segala keterbatasan khas pedesaan akan menjadi
kenangan yang tak terlupakan bagi siswa hingga mereka lulus nanti.Bahkan
ada sekelompok alumni yang masih mengunjungi keluarga asuhnya di lokasi
TeSIS.
TeSIS sudah dilaksanakan sejak tahun 2000 dengan lokasi yang berganti
ganti yaitu di desa Coblong (Bogor), desa pasawahan (kuningan), desa
sukaraja (Sumedang), desa Tambak Mekar (Subang) dan desa Rajapolah
(Garut) .
Melalui kegiatan ini siswa dipersiapkan untuk dapat hidup mandiri
jauh dari orang tua, memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, memupuk
semangat gotong royong dan tolong menolong, mengasah keterampilan
berinteraksi sosial dan meneliti serta membangun kebersamaan satu
almamater SMA Negeri 8 Jakarta.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar