Bisnis
kuliner dan warung kopi di Kota Banda Aceh saat ini berkembang luar biasa serta
warung-warung lainnya yang memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk
bersantai ria. Khusus warung kopi dengan fasilitas pemakaian internet atau wifi
sudah merambah bagaikan jamur dimusim hujan bahkan jarak antara satu warung
dengan warung lainnya lebih kurang 100-500 meter, bahkan ada yang lebih dekat
lagi..
Melalui
media ini secara pribadi saya bukan iri dengan bisnis warung kopi bukan juga
dengki kepada Bapak/Tengku pengusaha warung kopi namun semata-mata merasa sedih
dengan keadaan kawan-kawan selaku generasi muda yang banyak menghabiskan waktu sia-sia
dan lalai pada sejumlah warung kopi. Dan sangat disayangkan nantinya 5 atau 10
tahun kedepan maka Kota Banda Aceh menjadi masyarakat santai, atawa “malas ujungnya
akan menambah angka pengangguran, Lalai dalam ibadah imbasnya malu dengan
slogan sebagai Kota Madani ditambah lagi Bandar wisata Islami”.
Nah…!!!
untuk itu kepada Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota dalam hal ini perlu
melakukan evaluasi kembali terhadap keberadaan Bisnis Kuliner dan Warung Kopi
di Kota Banda Aceh agar masyarakat jangan manja dan malas dikemudian hari,
selanjutnya dalam pemberian ijin terhadap usaha yang akan dijalankan oleh
seseorang atau kelompok di Kota Banda Aceh perlu kajian terhadap dampaknya
sampai jangka panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar